BUKU MATEMATIKA EKONOMI

 

    

    


MATEMATIKA EKONOMIMI


    

1.      adelia pungky winanada              19310214

2.      afifah safitri nirmalasari                        19310273

3.      ardila julia effendi                          19310054

4.      ayu wandira sinta nuriah                        19310272

5.      erika kusuma putri                                        19310137

6.      liya sulistyani                                     19310212

7.      rindy amilia putri                                           19310138

8.      riyanti olivia                                                    19310135

9.      rizka tri nurcahyani                                   19310301

10. SITI NURJANNAH                                                  19310216

11. WAHYU

12. MIRA

DOSEN : ANITA KARTIKA SARI ST.MT.MM

Kata Pengantar

Matematika adalah bahasa universal untuk menyajikan gagasan atau pengetahuan secara formal dan presisi sehingga tidak memungkinkan terjadinya multi tafsir. Penyampaiannya adalah dengan membawa gagasan dan pengetahuan konkret ke bentuk abstrak melalui pendefinisian variabel dan parameter sesuai dengan yang ingin disajikan. Penyajian dalam bentuk abstrak melalui matematika akan mempermudah analisis dan evaluasi selanjutnya.

Permasalahan terkait gagasan dan pengetahuan yang disampaikan secara matematis akan dapat diselesaikan dengan prosedur formal matematika yang langkahnya sangat presisi dan tidak terbantahkan. Karenanya matematika berperan sebagai alat komunikasi formal paling efisien. Perlu kemampuan berpikir kritis-kreatif untuk menggunakan matematika seperti uraian diatas: menentukan variabel dan parameter, mencari keterkaitan antar variabel dan dengan parameter, membuat dan membuktikan rumusan matematika suatu gagasan, membuktikan kesetaraan antar beberapa rumusan matematika, menyelesaikan model abstrak yang terbentuk, dan mengkonkretkan nilai abstrak yang diperoleh.

Pembelajaran matematika melalui buku ini akan membentuk kemampuan peserta didik dalam menyajikan gagasan dan pengetahuan konkret secara abstrak, menyelesaikan permasalahan abstrak yang terkait, dan berlatih berfikir rasional, kritis dan kreatif.

Sebagai bagian dari mahasiswa 2019 yang menekankan pentingnya keseimbangan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan, kemampuan matematika yang dituntut dibentuk melalui pembelajaran berkelanjutan: dimulai dengan meningkatkan pengetahuan tentang metode-metode matematika, dilanjutkan dengan keterampilan menyajikan suatu permasalahan secara matematis dan menyelesaikannya, dan bermuara pada pembentukan sikap jujur, kritis, kreatif, teliti, dan taat aturan.

Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam pembelajaran mata kuliah ini. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka.

 

Surabaya, 20 September 2019

 

Penulis

 

 

 

Daftar Isi

Kata Pengantar…………………………………………………………….. 1

Daftar Isi…………………………………………………………………... 2

BAB I : STATISTIKA

A.    Definisi Statistika………………………………………………….. 4

B.     Populasi dan Sampel………………………………………………. 4

C.     Data Statistika …………………………………………………….. 4

A.    Data tunggal …………………………………………………... 4

B.     Data kelompok………………………………………………… 4

1.      Mean…………………………………………………… 5

2.      Median…………………………………………………. 5

3.      Modus………………………………………………….. 6

4.      Kuartil…………………………………………………...7

5.      Desil……………………………………………………. 7

6.      Persentil………………………………………………... 8

BAB II : LIMIT

A.    Limit Fungsi Hingga……………………………………………... 17

B.     Limit Fungsi Tak Hingga………………………………………… 17

C.     Sifat-sifat fungsi………………………………………………….. 18

D.    Limit fungsi trigonometri …………………………………………18

BAB III : PENERAPAN FUNGSI EKONOMI

A.    Fungsi kurva permintaan…………………………………………23

B.     Fungsi kurva penawaran………………………………………… 27

C.     Market equilibrium……………………………………………….27

BAB IV : BREAK EVENT POINT, TOTAL COST DAN TOTAL REVENUE ANALYSIS

A.    Break Event Point (BEP)………………………………………..33

1.      Definisi Break Event Point (BEP)………………………….33

2.      Tujuan analisis titik impas / BEP………………………..33

3.      Manfaat BEP…………………………………………….33

B.     Fixed Cost (Biaya tetap)………………………………………...34

C.     Variabel Cost (Biaya variabel)………………………………….35

D.    Total Revenue…………………………………………………..36

1.      Total Revenue (Penerimaan total)……………………… 36

2.      Average Revenue (Penerimaan rata-rata)………………. 36

3.      Marginal Revenue (Penerimaan marjinal)……………... 36

Daftar Pustaka………………………………………………………… 37

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

STATISTIKA

A.   Definisi Statistika

Statistik dalah kumpulan informasi atau keterangan yang berupa angka-angka yang disusun,ditabulasi, dan dikelompokkan sehingga dapat memberikan informasi yang berarti mengenai suatu masalah. Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan data statistic yang meliputi pengumpulan data,pengolahan data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang akurat berdasarkan kumpulan dan analisis data yang dilakukan. Kegunaan statistika secara umum adalah memberikan cara meperoleh data secara sistemati dan alat untuk memprediksi secara ilmiah dari suatu kejadian yang akan datang.

Statistika dalam pengertian sebagai ilmu dibedakan menjadi 2 sbb:

a.      Statistika deskriptif, mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran objek yang diteliti sebagaimana adanya tanpa menarik simpulan atau generalisasi. Dalam statistika deskriptif dikemukakan cara-cara penyajian data dalam bentuk tabel maupun diagram, penentuan rata-rata (mean), mudus, median, rentang, serta simpangan baku.

b.      Statistika inferensial ( induktif ) mempunyai tujuan untuk penarikan kesimpulan secara umum ( luas ). Sebelum menarik kesimpulan, dilakuakan suatu dugaan yang diperoleh dari statistika deskriptif.

 

B.   Populasi dan Sampel

Populasi adalah himpunan dari seluruh objek yang mempunyai karakteristik yang sama untuk dijadikan sasaran penelitian. Sampel adalah bagian dari populasi yang akan dijadikan objek penelitian yang bersifat representatif ( Mewakili populasi ).

Contoh : Dinas kesehatan ingin mengetahui tingkat penyebaran virus yang Hmenyerang sapi disuatu kecamatan. Jika seluruh sapi dikecamatan tersebut diperiksa, seluruh sapi itu disebut POPULASI. Namun, kadang-kadang hal tersebut sulit dilakukan. Oleh karena itu, peneliti dari dinas kesehatan dapat mengambil sapi-sapi yang dianggap dapat mewakili populasi untuk diperiksa. Dalam hal ini, sapi-sapi itu disebut SAMPEL. 

 

C.   Data statistika

 Statistika selalu berhubungan dengan data. Data diharapkan mampu memberikan gambaran umum mengenai keadaan populasinya. Data didefinisikan sebagai kumpulan informasi yang dipetroleh baik dalam bnetuk angka maupun tulisan.

 

Syarat-syarat data yang baik sbb:

a.      Data harus objektif, yaitu data harus apaadanya tanpa rekayasa.

b.      Data harus representative, yaitu data harus dapat mewakili dari keseluruhan objek pengamatan.

c.      Data harus realiabel, yaitu data yang memiliki kesalahan baku relative kecil, sehingga jika membuat suatu perkiraan selisih antara perkiraan dengan sebenarnya sangat kecil.

d.      Data harus relevan, yaitu data harus sesuai dengan penelitian yang dikehendaki.

e.      Data harus up to date,yaitu data yang digunakan harus terbaru

f.       Data kuantitatif, yaitu data yang berupa angka dan nilainya bisa berubah. Contoh Data kuantitatif jumlah siswa suatu kelas dan nilai siswa.

g.      Data kualitatif, yaitu data menggambarkan keadaan objek yang dimaksud dan tidak dapat dinyatakan dalam bentuk angka. Contoh data kualitatif adalah baik,pintar, dan jelek.

 

Berdasarkan cara memperolehnya data dibedakan menjadi :

1.      Data ukuran yaitu data yang diperoleh dengan cara mengukur. Data ukuran disebut juga data continu. Contoh : data berat badan,tinggi badan, dan kecepatan mobil.

2.      Data cacahan yaitu data yang diperoleh dengan cara mencacah (menghitung) ukuran disebut data diskrit. Contoh data cacahan adalah jumlah penduduk wilayah tertentu.

 

Metode pengumpulan data :

a.      Metode observasi.

b.      Metode wawancara.

c.      Metode angket ( kuisioner ).

d.      Metode dokumentasi

 

A.    Data tunggal

Data tunggal adalah kumpulan data yang belum tersusun atau belum dikelompokkan ke dalam 2 kelas interval.

 

B.     Data kelompok

Data yang dituliskan dengan bentuk interval kelas.

 

 

 

1.      MEAN

Mean adalah teknik penjelasan kelompok berdasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok tersebut.

Rumus cara menghitung mean :



2.      MEDIAN

Median adalah salah satu teknik penjelasan keompok yang didasarkan atas nilai tengah dari kelompok data yang telah disusun urutannya dari yang terekcil sampai yang terbesar dan sebaliknya.

Rumus cara menghitung median :



3.      MODUS

Modus adalah teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai yang sedang popular atau nilai yang sering muncul dalam kelompok tersebut.


Rumus cara menghitung modus :

 


4.      KUARTIL

Kuartil adalah nilai yang membagi sekumpulan data terurut menjadin empat bagian yang sama. Kuartil dibedakan menjadi tiga yaitu kuartil 1(kuartil bawah), kuartil kedua ( kuartil tengah ), kuartil ketiga (kuartil atas )

Rumus cara menghitung kuartil :



5.      DESIL

 Desil adalah membagi sekelompok data menjadi 10 bagian yg sama. Oleh karena itu, terdapat 9 desil yaitu desil pertama (D 1)Desil kedua (D 2) dst.

Rumus cara menghitung desil :

 


6.      PERSENTIL

Persentil membagi data menjadi 100 yang sama. Oleh karena itu, terdapat 99 persentil yaitu persentil pertama ( p1) persentil ke 2 (p2) dst.Dalam hal ini persentil didefinisikan untuk data berjumlah lebih dari 100. Dengan demikian, persentil jarang digunakan pada data tunggal.

Rumus cara menghitung persentil :

 


CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN

1.      MODUS DATA TUNGGAL

Apabila data dalam bentuk tunggal, seperti :

6, 7, 8, 9, 6 ,7, 8, 9, 7, 6, 6,

Dari data di atas terlihat bahwa

Angka 6 sebanyak 4x

Angka 7 sebanyak 3x

Angka 8 sebanyak 2x

Angka 9 sebanyak 2x

Sehingga modus dari kasus tersebut yaitu angka 6,

Karena 6 muncul sebanyak 4x, lebih banyak dari data yang lainnya. Sedangkan untuk data berkelompok  dapat dicari dengan cara berikut



Dimana :

Mo      = Modus

b          = Batas bawah kelas modus (kelas bawah-0,5) cari frekuensi

     terbanyak

p           = Panjang kelas interval

b1        = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas sebelumnya

b2        = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas berikutnya

 

2.      MODUS DATA KELOMPOK

Data nilai statistika 32 mahasiswa





3.      MEAN DATA TUNGGAL

Diketahui data : 4,8,5,8,9,7,6,8,3,6. Nilai rata – rata data tersebut adalah …

Pembahasan :

Mean = 4+8+5+8+9+7+6+8+3+6 = 64 / 10 = 6,4

                              10

 

4.      MEAN DATA KELOMPOK

Lihat data table berikut ini :

31-40

3

42-50

5

51-60

20

61-70

22

71-80

8

81-90

3

Nilai rata-rata atau mean dari data diatas adalah …

 

Pembahasan :

Sebelum kita menentukan rata-rata data kelompok, kit harus mnegetahui nilai tengahnya setiap kelas atau disebut degan Xi.

 

Nilai

Frekuensi

Xi

Fi x Xi

31-40

3

35,5

106,5

41-50

5

45,5

227,5

51-60

10

55,5

555

61-70

11

65,5

720,5

71-80

8

75,5

604

81-90

3

85,5

256,5

Jumlah

40

Jumlah

2.470

 

Jadi :

X =             Xi x Fi

                    Fi

X = 2470

         40

X = 61,75

 

5.      MEDIAN DATA TUNGGAL

Lima orang anak menghitung jumlah kelereng yang dimilikinya, dari hasil penghitungan mereka diketahui jumlah kelereng mereka adalah sebagai berikut. 5, 6, 7, 3, 2. Median dari jumlah kelereng tersebut adalah…

 

Pembahasan :

Karena jumlah data adalah ganjil, maka penghitungan median menggunakan rumus median untuk data ganjil. Proses penghitungannya adalah sebagai berikut.

 


Dari rumus matematis di atas, diperoleh bahwa median adalah x3. Untuk mengetahui x3, maka data harus diurutkan terlebih dahulu. Hasil pengurutan data adalah sebagai berikut.

2, 35, 6, 7

Dari hasil pengurutan dapat kita ketahui mediannya (x3) adalah 5.

 

6.      MEDIAN DATA KELOMPOK

Sebanyak 26 orang mahasiswa terpilih sebagai sampel dalam penelitian kesehatan di sebuah universitas. Mahasiswa yang terpilih tersebut diukur berat badannya. Hasil pengukuran berat badan disajikan dalam bentuk data berkelompok seperti di bawah ini.

 


 Hitunglah median berat badan mahasiswa.

 

 Pembahasan :

Sebelum menggunakan rumus di atas, terlebih dahulu dibuat tabel untuk menghitung frekuensi kumulatif data. Tabelnya adalah sebagai berikut.

 


Selanjutnya adalah menentukan nilai-nilai yang akan digunakan pada rumus.

Jumlah data adalah 26, sehingga mediannya terletak di antara data ke 13 dan 14. Data ke-13 dan 14 ini berada pada kelas interval ke-4 (61 – 65). Kelas interval ke-4 ini kita sebut kelas median.

Melalui informasi kelas median, bisa kita peroleh batas bawah kelas median sama dengan 60,5. Frekuensi kumulatif sebelum kelas median adalah 9, dan frekuensi kelas median sama dengan 5. Diketahui juga, bahwa panjang kelas sama dengan 5. Secara matematis bisa diringkas sebagai berikut:

xii = 60,5

n = 26

fkii = 9

fi = 5

p = 5

Dari nilai-nilai tersebut dapat kita hitung median dengan menggunakan rumus median data berkelompok.



Sehingga median berat badan mahasiswa adalah 64,5 kg.

7.      KUARTIL DATA TUNGGAL

Tentukan Q1, Q2, dan Q3 dari data berikut:

43, 46, 50, 85, 56, 56, 67, 80, 67, 85, 43, 60, 80, 56, 67.

Pembahasan :

Urutkan data dari yang terkecil:

43, 43, 46, 50, 56, 56, 56, 60, 67, 67, 67, 80, 80, 85, 85

Banyaknya data  = 15

Data terkecil = min = 43

Data terbesar = max = 85





8.      KUARTIL DATA KELOMPOK

Tentukan kuartil 1 pada tabel dibawah ini :



Rumus Kuartil Data Kelompok

Pembahasan :
Untuk Q1, maka
i = 1
n = 80
Letak Q1 = (i/4)n = (1/4)80 = 20
Maka letak Q1 terletak pada data ke-20 yaitu interval ke-3 (40 - 44),
Tb1 = 40 - 0,5 = 39,5
f1 = 13
F1 = 8 + 10 = 18
c = 35 - 30 = 5

Qi = Tbi + (((i/4)n - Fi)/fi)c

Q1 = Tb1 + (((1/4)n - F1)/f1)c
Q1 = 39,5 + (((1/4)80 - 18)/13)5
Q1 = 39,5 + ((20 - 18)/13)5
Q1 = 39,5 + (2/13)5
Q1 = 39,5 + 0,77
Q1 = 40,27

Jadi kuartil satu pada data di atas adalah 40,27

 

9.      DESIL DATA TUNGGAL

Tentukan desil ke-8 dari data : 6,3,8,9,5,9,9,7,5,7,4,5,8,3,7,6,.

 

Pembasahan :

 

n = 16

data terurut = 3,3,4,5,5,5,6,6,7,7,7,8,8,9,9,9.

letak D8 = 8(16+1) / 10 = 13,6

D8 = X13 + 0,6 (X14 – X13)

=8 +0,6(9-8)

= 86

 

10. DESIL DATA KELOMPOK

Tentukan nilai D6 dari data berikut

 


11.  PERSENTIL DATA TUNGGAL

Diketahui : Sebuah data tunggal terdiri dari 35 47 58 67 83 87 89 90 91 95

Ditanyakan : Tentukanlah persentil ke-40 (P40)

 

Pembahasan :

Dari hasil perhitungan di atas, maka data ke- 4,4 berada di antara data 4 dan 5 sehingga menjadi seperti berikut

P40 = data ke- 4 + 0,4 (data ke- 5 – data ke- 4)

P40 = 67 + 0,4 (83 – 67)

P40 = 67 + 6,4

P40 = 73,4

Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka posisi P40  menunjukkan  nilai 73,

 

12. PERSENTIL DATA KELOMPOK

Nilai Statistik F kumulatif

29-38

1

39-48

3

49-58

3

59-68

12

69-78

22

79-88

23

89-98

16

Carilah nilai dari Ps20.

 


Untuk yang selanjutnya silahkan Downlod Disini :

https://docs.google.com/document/d/1EdskFx6Q8EuyeCl98_EJ0dQBA_a1fLSA/edit?usp=sharing&ouid=104036119992536887907&rtpof=true&sd=true

Comments